Info Rujukan


>> CARA MERUJUK <<

Ketersediaan Bed

Buah Zakar Tidak Turun ke Skrotum (Undesensus Testikulorum atau Kriptorkidismus) PDF Cetak Email

Pengertian :

Untuk orang awam  istilah "Undesensus Testikulorum" atau yang biasa disingkat dengan UDT, pasti belum banyak diketahui oleh orang. Oleh karena itu, supaya tidak sampai terjadi kesalahan tafsir, kemudian berusaha melakukan pengobatan sendiri yang akhirnya justru membahayakan diri sendiri dan orang lain, maka mari kita mengenal istilah UDT tersebut dengan lebih dekat.

Kriptorkismus berasal dari kata cryptos (Yunani) yang berarti tersembunyi dan orchis yang dalam bahasa latin disebut testis

Undescended testis (UDT) atau biasa disebut kriptorkismus adalah suatu keadaan dimana setelah usia 1 tahun, satu atau kedua testis tidak berada di dalam kantung skrotum, tetapi masih berada di salah satu tempat sepanjang jalur desensus normal.


UDT dikelompokkan menjadi 3 tipe:

  1. UDT sesungguhnya ( true undescended : testis mengalami penurunan parsial melalui jalur   yang normal, tetapi terhenti. Dibedakan menjadi teraba (palpable) dan tidak teraba ( impalpable)
  2. Testis ektopik: testis mengalami penurunan di luar jalur penurunan yang normal.
  3. Testis retractile: testis dapat diraba/dibawa ke dasar skrotum tetapi akibat refleks kremaster yang berlebihan dapat kembali segera ke kanalis inguinalis, bukan termasuk UDT yang sebenarnya.

Kemungkinan lokasi testis pada true UDT dan ektopik testis.

Lokasi UDT tersering terdapat pada kanalis inguinalis (72%), diikuti supraskrotal (20%), dan intraabdomen (8%). Sehingga pemeriksaan fisik yang baik dapat menentukan lokasi UDT tersebut.

Gejala dan Tanda

Karena umumnya UDT tidak menyebabkan nyeri pada pasien, gejala khas yang dapat diamati secara langsung adalah ketika diraba testis tidak ada di dalam rongga skrotum.
Testis yang tidak ada di dalam skrotum bisa karena terpelintir di dalam perut atau tertinggal di sekitar selangkangan, dan bila tidak segera mendapatkan penanganan secara serius, maka UDT dapat meningkatkan resiko hernia atau kanker testis pada  pasien.


Penyebab

UDT juga dapat terjadi karena adanya kelainan pada
  1. Gubernakulumtestis,
  2. kelainan intrinsik testis
  3. Defisiensi hormon gonadotropin yang memacu proses desensus testis.
Beberapa penelitian telah mengidentifikasi kelompok bayi baru lahir yang beresiko mengalami UDT untuk mencari riwayat alami dan faktor-faktor yang mempengaruhi desensus setelah lahir. Penelitian ini menemukan bahwa UDT secara signifikan lebih banyak ditemukan pada bayi prematur, kecil untuk masa kehamilan, berat bayi baru lahir yang rendah, dan kembar.


Komplikasi UDT

Telah lama diketahui bahwa komplikasi utama yang dapat terjadi pada UDT adalah

  1. Keganasan testis
  2. Infertilitas akibat degenerasi testis
  3. Di sampingitu disebut juga terjadinya torsi testis
  4. Hernia inguinalis

Pemeriksaan Penunjang

  1. Pemeriksaan Laboratorium
  2. Pemeriksaan Radiologi
  3. Laparoskopi

Penatalaksanaan Medis

Dengan penatalaksanaan lebih awal, diharapkan terjadi penurunan risiko yang terjadi pada testis terutama risiko infertilitas.Esensi terapi rasional yang dianut hingga saat ini adalah memperkecil terjadinya risiko komplikasi dengan melakukan reposisi testis kedalam skrotum baik dengan menggunakan terapi hormonal ataupun dengan cara pembedahan(orchiopexy).

Orchiopexy

Indikasi absolut dilakukan operasi pembedahan primer adalah
  1. Kegagalan terapi hormonal
  2. Testis ektopik
  3. Terdapat kelainan lain seperti hernia dengan atau tanpa prosesus vaginalis yang terbuka
Penatalaksanaan kriptorkismus


Tujuan operasi pada kriptorkismus adalah:

  1. Mempertahankan fertilitas,
  2. Mencegah timbulnya degenerasi maligna,
  3. Mencegah kemungkinan terjadinya torsio testis,
  4. Melakukan koreksi hernia
  5. secara psikologis mencegah terjadinya rasa rendah diri karena tidak mempunyai testis disaat sudah dewasa.

Pada kasus bayi normal, testis akan turun dengan sendirinya pada usia 1 tahun, namun apabila testis tetap tidak turun, maka dokter dapat memberikan suntikan hormon HCG (Human Chorionic Gonadotropin) untuk merangsang testis turun ke dalam skrotum.
Pembedahan yang dilakukan sejak dini ketika kasus UDT baru diketemukan akan dapat mencegah terjadi kerusakan testis yang lebih parah.
Oleh karena itu, bila ditengarai ada sanak saudara Anda atau anak Anda sendiri menunjukkan gejala mengalami UDT,
maka sebaiknya segera periksakan secara menyeluruh supaya bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat.
Pemeriksaan dapat dimulai dengan melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada dokter, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan tambahan lainnya seperti USG dan MRI mungkin juga sangat diperlukan.
Pada anak-anak, usia yang ideal untuk bisa dilakukan operasi adalah 2 tahun, namun pada kasus tertentu bila UDT sampai menyebabkan nyeri yang hebat, maka ada baiknya Anda segera membahasnya dengan dokter yang akan menanganinya.

Untuk Konsultasi dan pengobatan
bisa langsung  datang ke RSKB AN NUR Yogyakarta

Jl. Colombo No.14-16 Samirono Baru Sleman Yogyakarta
Telepon 0274-585848 / 514784 (Hunting)



 

Add comment